Cafe Racer Surakarta (CRS) Sekarang Sudah Ada Komunitasnya

Solo-Cafe Racer Surakarta (CRS), belum lama hadir nih. “Kami coba merangkul pencinta motor custom yang dimodifikasi ala motor balap jadul di Solo raya. Wah ternyata lumayan banyak yang suka dengan modifikasi riding menunduk begitu. Sekarang sudah ada 25-an partisipannya,” buka Riki Yakup koordinator CRS.
Riki begitu dia biasa dipanggil ngelanjutin lagi, nongolnya cafe racer di Solo Raya ini bisa disebut tanpa ada rembukan lebih dulu. Semua serba spontan. Awalnya mereka bersua di sebuah acara yang mengusung trend custom di Solo.

Arrow
Arrow
ArrowArrow
Slider

“Nah di situ kami saling kenal, dan sepakat membuat komunitas yang santai akrab tanpa melihat merk motor. Juga tanpa aturan yang mengikat. Jadi santai, kumpul-kumpul saja. Lalu jalan bareng riding, wedangan. Pokoknya dibuat senyaman mungkin,” lanjut Riki yang melanjutkan bahwa enggak semua partisipan CRS berasal dari Solo, namun ada yang dari Salatiga, Sragen, Klaten, Boyolali, Karanganyar.
Yang pasti tampilan motor mereka keren-keren. Ciri khas tampilan yang paling kentara, enggak adanya spatbor depan. Pakai stang yang jepit, atau stang gaya clubman, dan buntut tawon.
Selanjutnya CRS bisa dijumpai di sebuah wedangan di daerah Laweyan Solo. Biasanya mereka kumpul malam Minggu. namun bila enggak bisa kumpul mereka aktif ngobrol di grup medsos. Rencana pada acara Distinguished Gentlemans Ride (DGR) 2016 di Solo, mereka akan ikut tampil. (Penulis/Foto:FredyLTG).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »