Bikers Religi Qounian (BRQ) Jogjakarta Mensyukuri Hidup Dengan Touring Religi

Banyak cara dilakukan orang untuk beribadah pada sang pencipta. Memang setiap orang memiliki cara sendiri untuk mendekatkan dirinya pada Allah SWT. Begitu pula dengan komunitas pecinta motor yang tergabung dalam Bikers Religi Qounian (BRQ) Jogjakarta ini memilih cara touring sambil beribadah.


Komunitas yang bermarkas di wilayah Banteng, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Jogjakarta ini, dihari sabtu (30/9) malam, melakukan kegiatan berupa touring religi kepantai-pantai yang ada di Pacitan Jawa Timur.


Dengan mengambil star pukul 20.00 WIB dari banteng jalan Kaliurang KM.8 Sleman Jogjakarta, rombongan yang terdiri dari 15 orang tersebut, menlalui jalur Jogja, Wonosari, Giribelah Wonogiri, dan langsung Pacitan. Dan sampai dipantai Srau Pacitan pukul 01.30 WIB.


“Memang touring ibadah ini kami lakukan setelah beberapa waktu lalu, kami di sibukkan dengan serangkaian kegiatan dusun yang sangat panjang. Termasuk pelaksanaan peringatan HUT RI Ke-72 kemarin. Sebagai rasa syukur kami pada Allah SWT atas berjalan lancarnya kegiatan kami tersebut, kami melakukan kegiatan touring religi ini. walau di sepanjang perjalanan malam kami kehujanan, namun kami tetap meneruskan perjalanan dengan semangat,” kata Gus Pur selaku koordinator acara.


Hal senada jiuga dikatakan oleh Andri Najib selaku selaku tim evakuasi BRQ Jogja. Andri mengatakan, bahwa sesampai di pantai Srau, rombongan bermalam di pantai. Kemudian juga melakukan kegiatan sholat subuh berjama’ah dan dilanjutkan menyusuri pantai Srau, pantai Watu Karung, pantai Iromoyo, dan finis di pantai Klayar.


“Setelah lama menikmati pantai-pantai selatan pacitan, kami pulang melalui jalur pedesaan selatan. Dan kami mampir kepesantren Kyai Abdulloh Wonogiri untuk bersilahturahmi serta sholat berjama’ah. Kemudian kami juga selalu menyempatkan berhenti di SPBU untuk melakukan sholat berjama’ah saat pulang kemarin,” ungkap andri.


Andri menambhakan, toring religi ini kan terus berlanjut. Bulan depan rencananya akan melakukan touring religi ke kota Pekalongan Jateng, ke Griyo Sholawat tempat Habib Lutfi dan mampir keobyek wisata Guci Tegal.


Perlu diketahui, bahwa komunitas BRQ Jogjakarta ini, setiap anggotanya diwajibkan memiliki SIM. Kemudian wajib tertib lalulintas, berpakaian safety riding saat touring. Dan berkecepatan 60-80 kilo meter per jam saat jalan.


“Memang kami nggak banter-banter amat saat jalan. Sebab kami lebih mengutamakan unsur safery riding. Saat touring kami juga membawa perlengkapan beribadah sepeti sajadah dan peci. Kami juga membawa kompor mini untuk membikin wedang kopi saat beristirahat yang jauh dari warung. Pokoknya inilah cara kami beribadah dan mensyukuri hidup lewat touring religi ini,” tutup andri pada garassi.com kemarin. (Penulis: MasRien/Foto: Dok. BRQ Jogja).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »