Ramadhan Night Trail #11 Gunung Kidul Adventure Sambil Beribadah

Gunung Kidul memiliki semacam tradisi otomotif malam hari yang diadakan setiap bulan ramadha. Tepatnya adventure dengan menjelajahi alam pegunungan Gunung Kidul dengan motor-motor trail. Ramadhan Night Trail adalah nama kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak 11 tahun yang lalu.


Ramadhan Night Trail #11 kali ini dilaksanakan pada hasi sabtu malam (2/6) kemarin. Dengan mengambil star dan finis di lapangan Karangasem, Paliyan, Gunung Kidul, Jogjakarta.


Tercatat sebanyak 1.700-an peserta lebih, dari berbagai wilayah di pulau Jawa ini yang mengikuti even yang didukung sepenuhnya oleh Polda DIY, Polres Gunung Kidul, Pemda Gunung Kidul, dan IMI Pengda DIY ini.

AKBP Ahmad Fuady, SH, SIK, MH. Kapolres Gunung Kidul

“Kegiatan ini sungguh sangat bagus. Dimana tahun ini adalah sudah yang ke-11 kalinya. Selain mengeksplor alam Gunung Kidul dimalam hari, kegiatan ini juga dilakukan sambil ibadah. Sebab para peserta setelah finis nanti ada kegiatan saur bersama. Jadi silahturahmi antar peserta juga terbentuk disini. Tentunya kami sangat mendukung acara ini,” kata AKBP Ahmad Fuady, SH, SIK, MH. Selaku Kapolres Gunung Kidul dalam sambutanya kemarin.

Ketua IMI DIY Eka Sulistiana (Tengah KLX Hijau)

Hal senada juga dikatakan oleh Eka Sulistiana selaku Ketua IMI Pengda DIY. Pria yang lebih akrab disapa sengan pak Sulis ini mengatakan, dengan jarak tempuh yang 60 kilo meter, dan melalui alam pedesaan dimalam hari, maka even ini sangat menarik. Tak heran bila pesertanya banyak yang datang dari luar kota.

“Semakin lama even ini semakin banyak pesertanya. Bahkan banyak peserta yang datang dari luar kota. Kami sangat mengapresiasi acara ini, sebab banyak dimanfaatkan sebagai ajang silahturahmi antar penyuka olahraga adventur dari berbagai wilayah di pulau Jawa. Hanya kedepanya, perlu ada reward buat peserta dengan cara diundi. Bisa diberikan dalam bentuk doorprize atau hadiah buat mereka. Saya sendiri tadi juga merasa senang saat mengikuti trabas secara langsung dijalur,” ungkap pak Eka sambil memijit kakinya yang sedikit pegal. (Penulis/Foto: Riy@n).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »