Galang Hendra Pulang Kampung Disambut IMI DIY Dan Kirab Bikers

Seletah hari minggu (10/6) lalu Galang Hendra Pratama berhasil mengibarkan bendera merah putih tertinggi di langit sirkuit Brno Ceko sebagai juara pertama ajang WSSP300 Round 5 2018. Galang bisa bernafas lega, setelah pihak manajemen tim mengijinkan Galang untuk pulang ke Indonesia untuk merayakan hari raya idul fitri.


Tepatnya hari selasa (12/6) kemarin. Sekitar pukul 22.15 WIB Galang mendarat di bandara Adisucipto Yogyajarta dengan penerbanagn pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta. Setelah sebelumnya dengan penerbangan KLM Airlines, Galang menempuh penerbangan panjang dari Ceko menuju Ansterdam, kemudian Singapura, dan baru Jakarta.


Setibanya dibandara Adisucipto Yogyakarta, Galang langsung disambut oleh Ketua IMI DIY Ekal Sulistiana, Ketua KONi DIY Joko Pekik, Kabid Roda 2 IMI DIY Yoyok LKS, tokoh otomotif Nugroho Wijayanto, Desy Pramesty ibunda Galang, Aldi Satya Mahendra adik Galang, dan beberapa pembalap Jogjakarta, serta tim penjemput yang lainnya.


Sambutan yel-yel buat Galang tim penyambut, serta kalungan bunga dari Eka Sulistiana ketua IMI DIY, dan juga kalungan bunga dari Joko Pekik ketua KONI DIY mewarnai kedatangan Galang Hendra.


Dikesempatan malam itu, Joko Pekik mengatakan bahwa Galang Hendra sebagai atlet DIY yang berprestasi ditingkat dunia, sudah sepantasnya menularkan prestasinya kepada pembalap-pebalap muda DIY, agar mereka bisa berprestasi seperti Galang.


“Saya berharap dan mengharapkan, agar Galang Hendra yang sudah berprestasi ditingkat internasional, juara diajang WSSP300 bisa menularkan ilmunya dan memberi toladan kepada pembalap-pembalap muda DIY, agar bisa berprestasi ketingkat internasional juga. Dan saya dari KONI sangat mendukung apa yang dilakukan Galang saat ini. Dan juga atlet-atlet balap motor yang lainnya,” kata Joko disaat acara penyambutan kemarin.


Ditempat yang sama, Galang mengatakan, bahwa dirimya telah membuka peluang untuk pembalap-pebalap DIY yang memang bagus-bagus, untuk mengikuti jejaknya ditingkat dunia. Namun, tetntunya tak lepas dari fasilitas berlatih dan juga berlaga seperti sirkuit permanen yang belum dimiliku oleh DIY.


“Apa yang saya lakukan selama ini, sebagai bukti. Bahwa hanya dengan berlatih dihalaman parkir stadion Mandala Krida, dan halaman parkir stadion Maguwoharjo, saya bisa juara ditingkat nasional, kemudian ditingkat Asia. Dan kini bisa juara ditingkat internasional. Juga, saat ini banyak pembalap-pembalap muda DIY yang mulai berprestasi ditingkat nasional dan asia. Hanya saja saat ini kita disini nggak punya fasilitas semacam sirkuit permanen buat mereka berlatih dan berlaga,” ungkap Galang panjang lebar.


Setelah Galang melepas rindu dengan memeluk Desy ibunda tercinta dan memelug Aldi Satya sang adik yang juga mulai penuh prestasi balapnya, kemudian Galang berserta rombongan menuju halaman bandara untuk persiapan pawai menuju rumah Galang di Pajangan Bantul.


Dimalam itu, romongan IMI DIY telah menyiapkan sebanyak 50-an bikers dari 50 perwakilan club yamaha RX King yang tergabung dalam YRKI Pengda DIY. Yang siap mengarak Galang atau pawai dengan ertip. Dari bandara Adisucipto Yogjakarta menuju kekediaman Galang Hendra di Goasari, Pajangan, Bantul, Yogjakarta.


Sesampainya dikediaman Galang, keluarga Galang, beberapa tokoh masyarakat, pak lurah Pajangan, perwakilan Polsek Pajangan, telah menmenyambut kedatangan Galang. Di malam itu juga tampak rider senior kota Yogyakarta Doni Tata Pradita, Dedy Fermadi, dan beberapa tokoh otomotif lainnya.


Dalam sambutanya dimalam itu, Eka Sulistiana selaku ketua IMI DIY mengatakan bahwa Galang Hendra adalah atlet balap motor DIY ke 2 yang berlaga di Eropa setelah Doni Tata. Dan Galang dengan usianya yang masih sangat muda, diharapkan bisa terus berprestasi lebih tinggi hingga bisa bermain diajang MotoGP.


“Saya sangat bangga dengan apa yang telah dicapai Galang saat ini. Dengan usianya yang masih sangat muda. Galang saya harapkan bisa berprestasi diajang WSSP300, kemudian meningkat di ajang World Super Bike, dan kemudian di ajang MotoGP,” ucap pria yang lebih dikena dengan sapaan pak Sulis ini.

Setelah beberapa acara seremoni yang lainnya, acara yang dipandu oleh Nugroho Wijayanto tersebut, kemudian dilanjutkan dengan saur bersama seluruh tamu yang ada. Dan dilanjutkan acara ramah tamah oleh masing-masing indifidu. (Penulsi/Foto: Riy@n).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »