UMS Otocontest, Sebagai Event Kontes yang Lahir Sejak 2002, di 2018 Mulai Fokus untuk Mengedukasi

Sukoharjo-Gelaran UMS Otocontest 2018 ini dilaksanakan pada sabtu dan minggu (24–25/11) yang bertempat di GOR UMS Solo. Setiap tahunnya UMS Otocontest selalu menjadi bagian dari serangkaian acara HUT UMS. Dan pada pelaksanaan UMS Otocontest yang ke 17 ini juga bertepatan dengan HUT UMS Ke 60. Perjalanan UMS Otocontest sejak tahun 2002 hingga tahun 2018 selalu mengalami evolusi, dimana selalu ada ciri khas dan tema konsep yang berbeda pada setiap tahunnya.


Pada tahun 2018 ini UMS Otocontest kembali hadir dengan mengusung tema Creating The Heroes With Education. Dimana ada sebuah misi edukasi yang perlu ditekankan dalam sebuah gelaran kontes modifikasi motor di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memberikan suatu pembelajaran bagi para kontestan maupun pengunjung yang berpartisipasi dalam event UMS Otocontest ini. Misi edukasi itu kemudian diimplementasikan dalam beberapa konten diantaranya yaitu History of Indonesian Motorcycle, Creative Industri Motorshow, Kustom Paint, dan yang paling utama adalah Talkshow Edukatif dari para praktisi automotive ternama di Indonesia.


History of Indonesian Motorcycle merupakan ujung tombak dari seluruh rangkaian konten edukatif dari UMS Otocontest 2018, dimana disini ada cuplikan sejarah motor yang lahir di Indonesia. Begitu pengunjung masuk langsung ditunjukan sedikit deskripsi motor pertama kali yang ada di Indonesia yakni Hildebrand & Wolfmuller dari Jerman yang masuk di tahun 1893 dengan diimpor oleh John. C Potter. Kemudian secara berurutan disampingnya ada jajaran motor klasik mulai dari produksi tahun 1941 yakni Ariel VH 500 Red Hunter yang dijamannya juga merupakan kendaraan militer Perang Dunia 2 bersama BSA M21 Side Valve, maupun BSA BB31 yang juga ada di History of Indonesian Motorcycle land dalam UMS Otocontest 2018. Semakin berjajar ke ujung pun pengunjung disajikan motor-motor produk Jepang yang mulai masuk pertama di Indonesia sejak Orde Baru dari tahun 70an hingga 90an.


Untuk konten Creative Industri Motorshow ada dari Bree Custom Solo yang menampilkan industry body work dari bahan fiberglass dengan desain custom original dari mereka yang menekankan pada sisi tampilan, sedang untuk industry keratif lainnya yang masih berkutat pada sektor body work adalah Sorta Racing Body Work yang menyajikan industry kreatif di ranah balap motor aspal di Indonesia dimana body work pengerjaannya cenderung fokus pada kekuatan bahan fiberglassnya yang kuat tahan bentur sesuai dengan peruntukannya di ranah balap, masih di ranah balap juga ada +ADD Suspension yang merupakan workshop upgrading suspensi yang karyanya telah berprestasi di kejuaraan balap Asia. Kemudian untuk segmen retro klasiknya ada DM Work yang pamerkan produk-produk asesoris custom mereka yang telah di produksi masal dengan brand DM Work.


Untuk workshop Kustom Paint ada Wawan Junx 69 Nerakatau Inc dan Dani Hacka Craft yang perform untuk sebuah helm yang dijadikan hadiah tambahan untuk The King of UMS Otocontest 2018. Tak hanya itu, Yosafat Anggoro alias Yoesbrushead pun ikutan perform disini. Sedangkan di venue outdoor GOR UMS ada juga workshop painting dari Samurai Paint yang diramaikan oleh 19 painter.


Sebagai sajian edukasi yang utama adalah talkshow edukatif yang dibagi menjadi 2 session. Session pertama hadir dari +ADD Suspension yakni Dede Widya Purnama yang memaparkan semua tentang set up shock absorber, lalu disambung oleh Robby Ganie selaku Manager Riset & Development knalpot Pro Liner, Di session akhir Talkshow edukatif dikemas dengan konsep Jagongan Builder dimana Aan Fikriyan dari Kustomfest menjadi host atau moderatornya dengan pembicara tamu adalah Hidayat Prio Wibowo dari Retro Syndicate, Agus Alphasierra, dan Hendra Pap N Mam.


Pada gelaran UMS Otocontest 2018 ini juga mengusung sub tema Appreciate All Genres, yang merupakan sebuah harapan agar dalam konteks kompetisi alias kontes modifikasinya mampu mewadahi semua genre modifikasi di Indonesia. Ada 14 kelas modifikasi diantaranya Street Racing Local AD, Fashion Bolt On Open, Street Racing, Pure Thailook, Racing Thailook, Racing Style Open, Sticker/Decal, Airbrush Open, Retro Under 90’s Modify, Scooter/Vespa Retro Klasik, Choppy Cub/Street Cub, All Tracker/Scrambler/Caferacer, Chopper/Bobber/Boardtracker dan Free For All. Selain itu ada 40 The Best kategori yang disiapkan oleh panitia penyelenggara untuk mengapresiasi setiap detail dari sebuah modifikasi. “Ada 172 kontestan yang ikut berpartisipasi dalam event ini, pencapaian ini merupakan sebuah peningkatan signifikan dari gelaran UMS Otocontest tahun lalu.” Tutur Irham Baihaqqy selaku Ketua Panitia UMS Otocontest 2018.

Banyaknya konten edukasi didalam gelaran UMS Otocontest 2018 ini memberikan sebuah kepuasan tersendiri kepada para pengunjung yang hadir dalam event tahunan ini. ”Tujuan kami adalah memberikan sebuah edukasi kepada masyarakat melalui konten yang menarik sehingga ada sesuatu hal yang didapatkan pengunjung ketika pulang dari UMS Otocontest 2018,” Ungkap Auliya Imam Maulana selaku Ketua Umum KMTM UMS. Selain itu panpel juga menggandeng lembaga amal Lazismu untuk konten charity dengan mengajak pengunjung dan kontestan agar ikut berpartisipasi dalam penyaluran donasi kepada korban bencana alam di Indonesia dengan sistem 10% dari tiketing dan registrasi peserta kontes akan didonasikan untuk para korban bencana alam di Indonesia. (Penulis: Saf1tri/Foto: Dok. UMS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »