Anniversary 6th One King Kebumen Ada Doa Bersama Untuk Sahabat King

Hari minggu lalu, kota walet Kebumen di banjiri oleh ribuan rider king dari berbagai wilayah di pulau jawa ini. Mereka memasuki kota kenbumen dari berbagai penjuru. Lebih dari 6.000-an rider penggeber motor para raja ini, berkumpul di rumah makan Yunani Sruweng, Kebumen, Jawa Tengah.


Rupanya, di hari minggu (3/9) tersebut, ribuan sahabat king tersebut sedang menghadiri acara Anniversary 6th One King Kebumen. Karuan saja jalan-jalan menuju lokasi acara tersebut, dipadati oleh motor-motor king.


“Di acara anniversary kami yang ke-6 ini, sebenarnya hanya kami lakukan sederhana saja. Kami menargetkan sekitar 5.000-an sababat king yang datang keacara kami ini. Namun hari ini yang datang mencapai 6.000-an lebih. Ini sungguh sangat luar biasa bagi kami,” buka F. Adi Mualif selaku ketua panitia acara.


Adi atau yang lebih akrab disapa dengan Mbahe tersebut menambahkan. Bahwa acara memang hanya dilaksanakan dihari minggu saja. Selain ada acara seremoni ultah, acara juga dirangkai dengan live musik, zona club, aneka lapakan, modifikasi kontes, seksy dancer, dan sebagainya.


“Untuk tema kita di anniversary ke-6 ini, kita mengusung tema I Hate Slow. Diharapkan dengan tema ini, persaudaraan sesama pecinta king semakin terbina dengan baik. Juga agar selalu rukun dalam paseduluran king saklawase,” tambah mbahe.


Yang patut diacungi jempol dari penyelenggaraan acara annibersary 6th One King Kebumen ini adalah adanya doa bersama buat sahabat king dari SK2C (Solidarity King Club Cikampek) yang meninggal dalam sebuah kecelakaan. Atau yang dikenal dengan tragedi 27 agustus 2017.


“Tadi kami di sini bersama seluruh peserta yang datang diacara ini, mengadakan acara doa bersama untuk sahabat-sahabat atau saudara-saudara king yang meninggal dalam kecelakaan 27 agustus yang lalu. Semoga amal dan ibadahnya diterima Allah SWT. Juga kami mengucapkan pada semua sedulur-sedulur king yang telah menghadiri acara kami ini. Semoga kita semakin jaya dan semakin erat dalam paseduluran.” tutup mbahe. (Penulis/Foto: Riy@n).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »